Senin, 01 Juli 2024

Tour Aksara Tiga Negara ASEAN

      Ke Luar Negeri ? 

Yah sesuatu yang merupakan impian saya disiang bolong yang menjadi kenyataan, namun masih  serasa mimpi hingga saat ini, betapa Allah Maha Pemberi Risqi kepada umatnya. Perjalanan ini berawal dari hobi saya membaca dan menulis walau masih tahap belajar, sangat bermanfaat ikut komunitas penulis literasi yang sangat membantu saya hingga detik ini dan kedepan. Dengan ikutan mengirim karya tulis perjalanan akhirnya saya bisa bergabung dengan, FIM ( Forum Indonesia Menulis ), pegiat literasi yang luar biasa dari Pontianak, kumpulan pegiat literasi muda yang inspiratif satu kata kalian luar biasa double jempol.

Bersama ratusan guru, dosen, dokter, pengawas, kepala dinas pendidikan, dan siswa siswi generasi penerus yang literat serta lain-lain dari seluruh Indonesia, saya berkunjung ke Malaysia, Singapura dan Thailand sekaligis selama tujuh hari. Mengunjungi destinasi wisata yang mendunia serta belajar dari nara sumber hebat, teman-teman FIM, guru Sekolah Indonesia Luar Negeri ( SILN ) Kuala Lumpur, para tour guide setempat dan artis dik doak yang tidak terlupakan ilmu -ilmunya. Uniknya belajar pun di Bus sepanjang perjalanan.

Pada kesempatan ini saya akan mengulik tentang sekolah Indonesia di luar negeri, yang kami kunjungi. Rasanya senang sekali berkunjung di sebuah sekolah dimana nantinya akan kami tiru yang positif. Sudah beberapa sekolah di dalam negeri yang saya kunjungi, kali ini saya sangat antusias karena sekolah pertama yang saya kunjungi di luar negeri. 

Bus yang membawa rombongan kami adalah Bus tujuh yang disopiri oleh sopir handal muda keturunan India yang tinggi dan handsome ( kata orang Malaysia ).  Menginjak sekolah ini aura Nasionalisme nampak, gedung terlihat bangunan nan kokoh walaupun peninggalan Inggris, sayang sekolah sedang libur, guru pun sebagian cuti ke Indonesia, namun dengan mengelilingi segala ruangan kami melihat ada siswa - siswa sedang belajar menari, kami pun masuk dan mewancarai walau sebentar , siswa Indonesia yang sekolah disini sangat ramah dan tidak kehilangan jati dirinya sebagai Warga Indonesia, yang mengikuti orang tuanya bekerja di Malaysia. Mereka akan menari menyambut Menteri Luar Negeri Indonesia, tarian Indonesia, Luar biasa. 

Pengetahuan tentang sekolah ini semakin diperkuat ketika nara sumber yang menjelaskan adalah guru SILN Kuala Lumpur yaitu Bu Nina uniknya dilakukan di Bus ketika didalam perjalanan ke destinasi wisata, untuk menjadi guru disini Bu Nina harus seleksi ketat, hebat guru - guru disini. Sekolah disini untuk mendidik anak - anak Indonesia yang orang tuanya bekerja di Malaysia dari berbagai profesi, sehingga sangat membantu anak -anak untuk bisa bersekolah sekaligus "meng Indonesiakan mereka ", karena mereka ada yang lahir dan besar di Malaysia, budaya kultur dan semuanya mereka terima tentu saja dari Malaysia. Hal ini adalah tantangan tersendiri, jelas Bu Nina, guru muda yang bertalenta dan ramah. Di sekolah ini memakai kurikulum Indonesia, seragam sama dengan di dalam negeri, tiap senin juga upacara Bendera. Mengenai prestasi tidak kaleng-kaleng , juara FLS2N menari, keren deh. Bu Nina juga bercerita literasi disini siswa bersama walinya saling berkoordinasi selama tiga hari untuk ditampilkan pada hari Kamis secara bersama sama satu sekolah, bisa puisi, nari, drama, dongeng dll, wuih keren, guru dan siswanya keren. 

Kami juga berkunjung di salah satu sekolah kebangsaan di Malaysia, walau sudah sore kami disambut hangat oleh guru disini, disediakan makan malam dan memberikan tanda tangan kenang-kenangan di Papan Sekolah untuk kenang-kenangan, sekolahnya rapi dengan konsep tempat duduk berpihak pada murid, berdiskusi khas pembelajaran abad 21, ini sekolah jenjang SD, wuih pantas negaranya sejahtera.

Perjalanan ini sangat luar biasa banyak yang saya dapat, teman sahabat baru, ilmu yang tidak ternilai harganya, kebersamaan dalam suka dan duka. Tertawa bersama , sendau gurau, game, yel - yel yang memberi semangat, keseruan kalian tak akan terlupa, serasa sedih ketika berpisah, air mata meleleh mengingat kalian semua, bapak ibu adik adik hebat, keren, luar biasa, semoga silaturahmi terjaga selama-lamanya.

Kebersihan, kerapian, kedispinan dan keramahan kota-kota yang kita kunjung menjadikan inspirasi dan semoga bisa kita contoh terutama untuk generasi muda kita. Dengan Literasi hal itu pasti bisa kita lakukan, salam Literasi !

                                                            Bersama Bu Nina
                                                        Bu Yuli dan Pak De Fanani
                                                         Menara Kembar Petronas
                                                        
                                                                    Marlion

                                               Bubuhkan TTD di Sekolah Kebangsaan
                                                    

                                                        


Tour Aksara Tiga Negara ASEAN

      Ke Luar Negeri ?  Yah sesuatu yang merupakan impian saya disiang bolong yang menjadi kenyataan, namun masih  serasa mimpi hingga saat ...